Halaman

Jumat, 08 Maret 2013

Prolog 3 (Lingkar Matamu..)


Saat aku menatap guratan lingkar matanya, aku sadar ada rasa kagum yang menghampiriku. Aku coba untuk sadarkan diri, mencubit hati agar sadar bahwa dia tak mengenalku.
Kita berbeda, ketenaran kita, pola hidup, pergaulan hingga cara pandang kita tentang arti hidup juga berbeda.

Aku memandang hidup seperti sebuah arena permainan anak-anak, menyenangkan, penuh tawa tak ada beban, tak ada yang perlu di pikirkan selain es krim, cake buatan mama, cokelat dan kentang goreng yang biasanya aku beli di jajanan pinggir jalan. Sedangkan kau memandang hidup jauh lebih spesifik, kau memegang tanggung jawab besar dari keluargamu, kau bahkan menutup diri dan mungkin membenci orang sepertiku, yang memandang entengnya hidup hingga bisa tertawa lepas.

Mungkin hanya kau yang memandang hidup begitu berat, kau dingin, keras dan kaku. Tapi aku tidak membencimu justru aku sangat kagum, aku kagum dengan laki-laki sepertimu, aku ingin kau ada mengajariku arti hidup yang sesungguhnya dan aku juga ingin mengisi kekosongan lingkar matamu.
Apakah bisa aku mengisi kekosongan disana, sedangkan di depan aku menghadapi tembok yang begitu tinggi.
Pemisah antara aku dan kamu

Tidak ada komentar: