Halaman

Minggu, 20 April 2014

Aku Tahu Tentang Satu Hal

Terimakasih sudah memilihku selama empat tahun ini, dan terimakasih juga sudah meninggalkanku. Sekarang aku tau penyebabnya, masih sama seperti yang dulu, teman kecilmu. Aku bahkan tidak tau harus berkata seperti apa lagi. 2 tahun belakangan ini kau bilang kau sudah melupakannya dan memilihku, tapi nyatanya kau pergi karena alasan itu.

Kau tau rasanya? Tidak terlalu sakit.

Aku sudah cukup dewasa untuk memahaminya, aku tau di setiap pilihan akan ada yang terluka dan sakit. Aku hargai pilihanmu, mungkin lebih baik sakit saat ini daripada bertahan hingga bertahun-tahun kemudian tapi nyatanya kau bukan untukku.
Aku ingat surat kecil yang kau tuliskan pagi itu untukku kau bilang kepadaku untuk selalu di sampingmu, karena kau akan selalu ada di sampingku juga, lalu kau bilang tidak akan ada perih dan luka di antara kita. Ah lucunya kata-kata itu, kenapa tidak dari dulu kau pergi saja bajingan!
Dan bodohnya aku yang begitu polos ini mempercayai kata-katamu. Mungkin aku perlu masuk kelas khusus mempelajari bagaimana cara mebedakan manusia yang penuh kalimat manis seperti dirimu dan yang tulus dari hati yang paling dalam.
Aku biarkan hatiku hancur berkeping tanpa sisa dan tanpa bekas sedikitpun. Tidak ada lagi cinta didalamnya bahkan untuk seorang bajingan sepertimu. Bahkan aku sudah lupa apa yang pernah kulalui bersama pembohong sepertimu.


Selamat ya hadiahmu telah di terimanya, semoga kau jadi suaminya kelak, berdoalah kepada semesta agar mereka lupa akan karma yang akan berlaku. Atau berdoalah kepada semesta agar mereka merestui pembohong sepertimu. Dan jangan kau permainkan wanita yang baik itu, dia sangat cantik, dia terlalu baik untukmu. Dan dia mungkin tidak berdaya jika kau sakiti hatinya. 

Tidak ada komentar: