Halaman

Minggu, 17 Februari 2013

Prolog 2 (kamu)


Terkadang rasanya lucu saat aku menatap tajam mata itu.
Ya mata yang menampakkan tatapan halus itu, entah sampai kapan aku akan bertahan menatapnya.
Hanya sekedar menatapnya, tidak lebih. Aku tidak pernah berharap akan mempunyai waktu berjam-jam, berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun untuk menatapnya.

Matanya penuh binar, kadang aku tidak mengerti apa yang ada di balik mata binarnya itu. Hanya sedikit yang aku tau, seperti “aku menantikan seseorang yang tulus kepadaku”
ah, itu hanya sebatas terkaanku saja. Bisa jadi salah atau mungkin bisa jadi benar.

Aku tidak akan memberanikan diri untuk membayangkan bahwa aku akan mempunyai pemilik mata itu, menutup mata dan membayangkannya saja aku tidak berani.
Aku takut jika nanti aku akan terkurung dalam khayalanku sendiri, memberi harga mati pada kehidupanku sudah cukup berwarna ini.

Mungkin suatu saat nanti aku akan berani membayangkannya, memejamkan mataku sebentar dan membiarkan ruhku terbang bersama khayalanku.
Hanya sebentar sebelum aku benar-benar sadar bahwa sudah ada wanita lain di sampingnya …

Tidak ada komentar: