Bagiku cinta sejati (mungkin) hanya ada di dalam sekumpulan
dongeng pembawa tidur anak-anak.
persis di dalam dongeng Cinderella, mungkin juga ada di
dalam dongeng Snow White atau Hulk, atau mungkin hanya ada di dalam kisah cinta
antara Romeo dan Juliette.
hanya sebatas fiksi yang dapat di terka bagaimana akhir
ceritanya. Mungkin akan berakhir bahagia seperti cerita Cinderella mungkin juga
akan berakhir tragis seperti kisah Romeo dan Juliette.
ah, sudahlah itu hanya kepingan pendapatku tentang cinta
sejati.
***
Panggil saja aku Adelia, lebih singkat mungkin dengan nama
Adel. Terlalu absurd rasanya saat aku berkenalan dengan seorang pria bertubuh
tegap, dan berbadan kokoh. Mempunyai senyum manis, dan air muka yang begitu
tenang. Begitu aku mencintainya, sangat dalam. Hingga aku benar-benar mengunci
rapat hatiku untuknya. Mengatakan bahwa dia cinta sejatiku, yang memang aku
hanyalah gadis polos yang baru pertama kali menjalin kasih saat berumur 19
tahun. Kami hubungan selama bertahun tahun dan mencoba mengerti satu sama lain.
Menghabiskan banyak waktu bersama, saling berbagi, merencanakan sesuatu untuk
dilalui bersama esoknya.
Naif memang saat cinta yang aku kurung di dalam hati ini
berkelebat tak karuan saat sesosok wanita dari masa lalu menyelip diantara
kami, sungguh tak dapat aku percaya saat kau mengatakan bahwa kau menyukainya
sejak dulu.
“lalu kau anggap apa aku ?” aku membatin.
Aku tidak mendapat penjelasan sedikit pun, siapa dia, dari
mana dia, dan mengapa dia hadir diantara kita.
Perlahan aku memahami dialah udara yang selama ini kau cari
untuk kau hirup, udara yang dulu lenyap bersama angin, sedangkan aku hanya jeda
di antara nafasmu.
Tapi apakah bisa aku menjadi udara yang selalu kau hirup
dalam nafasmu …
1 komentar:
:)
Posting Komentar