Halaman

Minggu, 10 Februari 2013

prolog 1


Bagiku cinta sejati (mungkin) hanya ada di dalam sekumpulan dongeng pembawa tidur anak-anak. 
persis di dalam dongeng Cinderella, mungkin juga ada di dalam dongeng Snow White atau Hulk, atau mungkin hanya ada di dalam kisah cinta antara Romeo dan Juliette.
hanya sebatas fiksi yang dapat di terka bagaimana akhir ceritanya. Mungkin akan berakhir bahagia seperti cerita Cinderella mungkin juga akan berakhir tragis seperti kisah Romeo dan Juliette.
ah, sudahlah itu hanya kepingan pendapatku tentang cinta sejati. 

***
Panggil saja aku Adelia, lebih singkat mungkin dengan nama Adel. Terlalu absurd rasanya saat aku berkenalan dengan seorang pria bertubuh tegap, dan berbadan kokoh. Mempunyai senyum manis, dan air muka yang begitu tenang. Begitu aku mencintainya, sangat dalam. Hingga aku benar-benar mengunci rapat hatiku untuknya. Mengatakan bahwa dia cinta sejatiku, yang memang aku hanyalah gadis polos yang baru pertama kali menjalin kasih saat berumur 19 tahun. Kami hubungan selama bertahun tahun dan mencoba mengerti satu sama lain. Menghabiskan banyak waktu bersama, saling berbagi, merencanakan sesuatu untuk dilalui bersama esoknya.
Naif memang saat cinta yang aku kurung di dalam hati ini berkelebat tak karuan saat sesosok wanita dari masa lalu menyelip diantara kami, sungguh tak dapat aku percaya saat kau mengatakan bahwa kau menyukainya sejak dulu.
“lalu kau anggap apa aku ?” aku membatin.
Aku tidak mendapat penjelasan sedikit pun, siapa dia, dari mana dia, dan mengapa dia hadir diantara kita.
Perlahan aku memahami dialah udara yang selama ini kau cari untuk kau hirup, udara yang dulu lenyap bersama angin, sedangkan aku hanya jeda di antara nafasmu.
Tapi apakah bisa aku menjadi udara yang selalu kau hirup dalam nafasmu …