Halaman

Sabtu, 16 November 2013

Dalam Diam Aku Menanti

Dalam diam aku menanti, menanti pesan singkatmu yang sekedar menyapa, menanti suaramu yang di ujung telponku. Aku masih sangat tau cara berbicaramu yang cadel itu, khasmu. Menantimu di serambi rumahku hingga aku ngantuk dan bahkan nyaris tertidur di sana, kemudia kau datang dengan tenang, membangunkan dan menyuguhiku es buah kesukaanku. Aku menanti semuanya.

Aku tau aku sedikit diabaikan sekarang. Tidak, tidak sedikit tapi perasaanku bilang aku sangat di abaikan sekarang. Setiap waktu jika aku mendengar suara mesin motor yang halus, aku selalu mengira itu kau, tapi nyatanya bukan.

Aku masih menanti dalam diam, bersembunyi di balik malam mengawasi setiap orang-orang yang lalu lalang di jalanan, berharap salah satu dari mereka adalah kau. Aku tau aku bodoh, terlalu membiasakan diri bersamamu, seharusnya tidak seperti itu kan? Tapi aku tidak bisa, waktu yang memaksaku bertumpu padamu, sekuat apapun aku melawan pada akhirnya aku yang akan kalah.


Tidak ada komentar: