Halaman

Rabu, 23 Januari 2013

Soal Rasa




ini bukan iklan mi sedap yang berkata "soal rasa lidah gak bisa bohong". itu hanya kalimat manis di dalam iklan untuk menarik pelanggan. tapi fakta dalam kehidupan siapa yang bilang soal rasa lidah gak bisa bohong, ah itu hanya kiasan sebuah iklan. tapi hidup bukan sebuah iklan tapi hidup sebuah cuplikan panjang, ya lebih pantas di sebut sinetron yang episodnya entah sampai kapan akan selesai penuh konflik, dengan berbagai alur dan latar yan berbeda yg di dalamnya juga terdapat soal rasa antara aku dan kamu.

rasa muncul saat aku melihatmu pertama kali, kemudian berkembang semakin besar saat aku telah banyak menghabiskan waktu bersamanya. lantas setelah lama bersama apakah rasa masih harus dipertanyakan?

itu pasti, harus selalu di pertanyakan kalau perlu setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. ah tergantung kitanya saja muak atau tidak saat harus terus bertanya soal rasa.
padahal jelas lidah adalah organ paling hebat kalau masalah kebohongan, ya kebohongan, lidah sih tinggal bilang "aku cinta kamu" tapi isi hati "aku cinta kamu, tapi aku menyukai orang lain" ahh bullshiit sekali ya.

teman 1 : "kamu kan udah tau di bohongin gitu, kenapa kamu masih mau pertahanin semuanya sama dia, kenapa gak kamu tinggalin aja"
teman 2 : "ah kamu terlalu lemah, kalo kamu bertahan terus yang ada kamu bakal terus di injek-injek sama dia"
teman 3 : " jadi anak kok bego banget sih, udah di bohongin masih aja mau di terusin, di luar sama banyak yang mau sama kamu, tukang bohong kok di pertahanin" dst dst dst sampe lebaran kuda.

waktu saya dapat siraman hati seperti di atas saya gak bisa kasih pembelaan apa-apa ke mereka, saya cuma diam mendengarkan ocehan mereka. sampe mereka bosen dan bilang "terserah kamu aja, ikutin kata hati aja" dan sesuai kata hati saya. saya tetap memilih untuk meneruskannya.
lalu apa perlu saya tanyakan lagi soal rasa tersebut?
saperti apa jawabannya, apakah lidah masih akan berbohong.

jawabannya saya sendiri tidak tau.


Dan mencintai itu bukan menuntut apa yang kita mau, tapi tentang rasa keikhlasan” – DREAMER
 

Tidak ada komentar: