ini bukan iklan mi sedap yang berkata "soal rasa lidah gak bisa bohong". itu hanya kalimat manis di dalam iklan untuk menarik pelanggan. tapi fakta dalam kehidupan siapa yang bilang soal rasa lidah gak bisa bohong, ah itu hanya kiasan sebuah iklan. tapi hidup bukan sebuah iklan tapi hidup sebuah cuplikan panjang, ya lebih pantas di sebut sinetron yang episodnya entah sampai kapan akan selesai penuh konflik, dengan berbagai alur dan latar yan berbeda yg di dalamnya juga terdapat soal rasa antara aku dan kamu.
rasa muncul saat aku melihatmu pertama kali, kemudian berkembang
semakin besar saat aku telah banyak menghabiskan waktu bersamanya. lantas
setelah lama bersama apakah rasa masih harus dipertanyakan?
itu pasti, harus selalu di pertanyakan kalau perlu setiap hari,
setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. ah tergantung kitanya saja muak
atau tidak saat harus terus bertanya soal rasa.
padahal jelas lidah adalah organ paling hebat kalau masalah kebohongan,
ya kebohongan, lidah sih tinggal bilang "aku cinta kamu" tapi isi
hati "aku cinta kamu, tapi aku menyukai orang lain" ahh bullshiit
sekali ya.
teman 1 : "kamu kan udah tau di bohongin gitu, kenapa kamu masih mau
pertahanin semuanya sama dia, kenapa gak kamu tinggalin aja"
teman 2 : "ah kamu terlalu lemah, kalo kamu bertahan terus yang
ada kamu bakal terus di injek-injek sama dia"
teman 3 : " jadi anak kok bego banget sih, udah di bohongin masih aja
mau di terusin, di luar sama banyak yang mau sama kamu, tukang bohong kok di pertahanin"
dst dst dst sampe lebaran kuda.
waktu saya dapat siraman hati seperti di atas saya gak bisa kasih
pembelaan apa-apa ke mereka, saya cuma diam mendengarkan ocehan mereka. sampe
mereka bosen dan bilang "terserah kamu aja, ikutin kata hati aja"
dan sesuai kata hati saya. saya tetap memilih untuk meneruskannya.
lalu apa perlu saya tanyakan lagi soal rasa tersebut?
saperti apa jawabannya, apakah lidah masih akan berbohong.
jawabannya saya sendiri tidak tau.
“Dan mencintai itu bukan menuntut apa yang kita mau,
tapi tentang rasa keikhlasan” – DREAMER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar