Berikut alasannya :D
1) Jaringan sering
bermasalah
Dua tahun lebih saya menggunakan BlackBerry sebagai perangkat utama, dua tahun pula saya harus berurusan dengan jaringan BlackBerry yang sering kali bermasalah. Entah siapa yang salah — operator lokal atau jaringan BlackBerry — komunikasi melalui BlackBerry Messenger kerap tersendat.
Dua tahun lebih saya menggunakan BlackBerry sebagai perangkat utama, dua tahun pula saya harus berurusan dengan jaringan BlackBerry yang sering kali bermasalah. Entah siapa yang salah — operator lokal atau jaringan BlackBerry — komunikasi melalui BlackBerry Messenger kerap tersendat.
Akibatnya, pesan yang saya kirim lambat
sampainya, mengakses Internet pun susah bukan main. Email? Sering tidak masuk.
Padahal sebagai pengguna BlackBerry, koneksi
Internet adalah tumpuan utama komunikasi. Tanpa Internet, apa gunanya saya
pakai BB? Hampir tidak ada.
2) Ketergantungan pada
BBM
Saking banyaknya BlackBerry digunakan, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi alat komunikasi utama, menggantikan telepon. Alasannya mudah saja, BBM jauh lebih mudah dan murah dibanding telepon.
Saking banyaknya BlackBerry digunakan, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi alat komunikasi utama, menggantikan telepon. Alasannya mudah saja, BBM jauh lebih mudah dan murah dibanding telepon.
Banyak orang menganggap nomor telepon adalah
perihal pribadi, namun tidak PIN BBM. Mereka lebih nyaman membagikan PIN BBM
daripada memberikan nomor telepon.
Padahal BBM ternyata bukan tanpa cacat. Seperti
saya sebutkan di poin satu, BBM juga sering mengalami masalah. Pengiriman pesan
di BBM sering mengalami keterlambatan (pending messages) yang membuat gusar,
apalagi jika dalam keadaan darurat.
3) Semua benci
Broadcast Message
Pernahkah Anda menerima BM berisikan "Test Contact, pls ignore.", atau "Teruskan pesan ini jika tidak kamu akan melarat seumur hidup", atau "Add temen aku yah, Joni, 21, ganteng!"?
Pernahkah Anda menerima BM berisikan "Test Contact, pls ignore.", atau "Teruskan pesan ini jika tidak kamu akan melarat seumur hidup", atau "Add temen aku yah, Joni, 21, ganteng!"?
Entah teknologi yang terlalu canggih, atau
masyarakat Indonesia yang terlalu, ehm, kreatif. Fitur Broadcast Message yang
memungkinkan Anda mengirim pesan ke seluruh kontak, sering disalahgunakan.
Bagi beberapa orang, mungkin hal semacam ini
lucu, tapi saya tidak. Bayangkan bila 10 orang senantiasa terus-menerus
mengirim pesan semacam ini setiap hari. Tidakkah kamu merasa terganggu?
Ada yang bilang, smartphone harus dimiliki oleh
smart user (pengguna pintar). Namun sayangnya, untuk membeli smartphone orang
tidak perlu ikut ujian terlebih dahulu.
4) Spesifikasi
perangkat terbatas
Masalah klasik BlackBerry adalah spesifikasi mesinnya yang terbatas. Untuk informasi, seluruh aplikasi di BlackBerry akan disimpan di dalam memori internal, bukan eksternal alias kartu memori.
Masalah klasik BlackBerry adalah spesifikasi mesinnya yang terbatas. Untuk informasi, seluruh aplikasi di BlackBerry akan disimpan di dalam memori internal, bukan eksternal alias kartu memori.
Bayangkan sebuah mesin yang harus bekerja keras
menjalankan begitu banyak aplikasi, namun hanya diberikan kapasitas otak kecil.
Tak heran perangkat BlackBerry sering hang, dan kadang terasa panas.
Solusinya adalah mengutak-atik sistem operasi
bawaan BlackBerry — dengan mematikan banyak fungsi dan sistem yang sebenarnya
tidak dibutuhkan seperti pilihan bahasa, ringtone, dan software bawaan. Teknik
yang lebih dikenal dengan nama “shrink OS” ini tidak mudah dilakukan sendiri.
Salah-salah BlackBerry kamu bisa mati total.
5) Minim inovasi
Entah karena inovasi dari RIM yang kurang, atau memang kebutuhan pengguna yang tidak meningkat, BlackBerry jarang sekali melakukan inovasi signifikan pada setiap perangkat barunya.
Entah karena inovasi dari RIM yang kurang, atau memang kebutuhan pengguna yang tidak meningkat, BlackBerry jarang sekali melakukan inovasi signifikan pada setiap perangkat barunya.
Berbeda dengan kompetitor, RIM seakan sadar betul
bahwa tanpa perlu menambah kamera menjadi 10MP, atau kapasitas memori jadi 2GB,
pengguna mereka akan tetap setia.
Konsumen BlackBerry umumnya membeli BlackBerry
jenis terbaru hanya karena faktor gaya saja. Jarang yang membeli BlackBerry
karena prosesornya lebih canggih, atau kameranya lebih bagus, atau OS-nya baru
(malah sangat sedikit di antara mereka yang tahu bedanya OS BlackBerry).
6) Fungsinya bisa
didapat di ponsel lain
BlackBerry bukan satu-satunya telepon seluler di dunia ini. Bahkan, BlackBerry bukan satu-satunya ponsel pintar. Hampir seluruh fungsi yang dijalankan BlackBerry dapat dijalankan juga di ponsel pintar lain.
BlackBerry bukan satu-satunya telepon seluler di dunia ini. Bahkan, BlackBerry bukan satu-satunya ponsel pintar. Hampir seluruh fungsi yang dijalankan BlackBerry dapat dijalankan juga di ponsel pintar lain.
Telepon, SMS, email, jejaring sosial, kamera,
merekam video, hingga mengedit foto bahkan bisa diproses dengan lebih baik di
ponsel pintar lainnya. Sebut saja iPhone yang dapat mengambil foto dengan
kualitas lebih tinggi. Dan Samsung Galaxy yang memiliki prosesor dengan
kapasitas proses jauh di atas BlackBerry.
Salah satu fitur populer BlackBerry, BBM pun
bukan tanpa kompetitor. Di saat RIM masih bergelut dengan lambatnya koneksi
lokal, beberapa layanan di luar BBM semakin berkembang. Sebut saja Line,
WhatsApp, Skype, KakaoTalk, hingga Yahoo! Messenger.
Itulah beberapa alasan saya meninggalkan
BlackBerry. Kamu punya pendapat lain? Atau kamu justru berpendapat bahwa
menggunakan BlackBerry adalah solusi yang tepat? Saya tunggu pendapat kamu di
kolom komentar :)
sumber: yahoo/omg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar