Guten morgen, pembaca setia blogku awal mei yang indah ya :) hihhi
hmm khusus awal mei ini aku sengaja bikin postingan khusus untuk wanita, KANKER SERVIKS dimana penyakit ini adalah pembunuh wanita nomor 1 di dunia. kalo penasaran silahkan di baca :)
Kanker serviks
atau kanker leher rahim (sering
juga disebut kanker mulut rahim)
merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum
wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker
serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di
dunia terinfeksi HPV, yang
dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu
wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher
rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan
wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu.
Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan
pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena
kanker serviks
Kanker serviks atau kanker leher
rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah
bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di
bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker
serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana
cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?
HPV
Kanker serviks disebabkan infeksi virus
HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia.
HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin,
yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan
varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher
rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu
lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh
sistem kekebalan tubuh.
Penyebab
dan Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks
yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus)
yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka
infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks.
Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker
serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski
tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit
darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker
ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa
menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita
kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui
kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan
seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat
menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di
closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang
penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat
pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa
membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat
menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi
vitamin C,
vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan
bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah
wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti
pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti
pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu
lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak
menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya.
Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita
kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria
ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada
istrinya dan menginfeksinya.
Deteksi
Kanker Serviks
Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang
wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang
terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah
untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan
ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil
dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou.
Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV
dan kanker serviks seperti berikut:
- IVA
IVA yaitu singkatan
dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks
atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan
seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat
dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas
dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika
terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut
harus dilakukan.
- Pap smear
Metode tes Pap smear
yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit
sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan
dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi,
radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur
melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
- Thin prep
Metode Thin
prep lebih akurat
dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di
serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks
atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
- Kolposkopi
Jika semua hasil tes
pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur
kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa
pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan
apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim.
Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari
tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.
Mengobati
Kanker Serviks
Jika terinfeksi HPV, jangan cemas,
karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan
infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung
virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau
terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery
(membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke
stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang
parah mungkin juga dilakukan histerektomi
yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk
membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada
mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker
serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah
kanker serviks.
Mencegah
Kanker Serviks
Meski kanker serviks menakutkan, namun
kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan
sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa
cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
- Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
- Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
- Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
- Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
- Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
- Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
- Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
- Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
- Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar